Showing posts with label Di Kala Jumat. Show all posts
Showing posts with label Di Kala Jumat. Show all posts

Friday, August 5, 2016

Di Kala Jumat #6: Jordie Yonatan

Halo.

Di Kala Jumat edisi keenam jatuh pada laki-laki yang, sejauh saya kenal, pembawaan dirinya selalu humble. Seorang yang baik hati, suka berbagi, sabar, dan jarang (atau bahkan tidak pernah) terlihat marah. Selain itu, ia juga mempunyai banyak energi positif yang akan ditularkan kepada orang di sekitarnya. You know, he is a friend that everyone willing to have. Penuh semangat dan kerja keras adalah gambaran yang pas untuk sosok yang satu ini. He will do everything in good to reach his vision.


Jordie Yonatan. Ko Jordie, begitu saya memanggilnya, adalah seorang senior yang saya kenal saat ia menjadi PIC kelompok di open recruitment UMN TV. Rasanya selalu menyenangkan saat berbincang dan sharing pengalaman dengan pengusaha muda satu ini, setiap tetes ceritanya bisa memberi inspirasi untuk saya. Dalam wawancara ini, terlihat bahwa Ko Jordie adalah seorang yang tulus dan will put his heart and soul dalam apapun yang ia kerjakan.

Selamat terinspirasi.

Apa passion terbesarmu?

Sejak awal sampai sekarang, ingin menjadi seorang broadcaster. Maka dari itu memilih jurusan Jurnalistik (Ilmu Komunikasi) dan masuk pula di komunitas UMN TV. Setelah terjun ke dunia broadcasting pun, ternyata gak cuma keren, tetapi yang broadcaster lakukan itu asyik dan seru. Saat menjalaninya enjoy, yang kata orang kerja di TV itu berat, gak bakal kerasa karena sudah passion.

Ke depan inginnya meniti karier dalam dunia broadcasting, jelasnya pengen pegang sebuah program di TV. Sebenernya kerja di TV itu untuk menambah pengalamannya, sudah mendapat poin dari pekerjaan itu, dan saat goal itu sudah didapatkan pengen bikin Production House (PH) sendiri sebagai tujuan akhir.

Apa yang menginspirasimu untuk menjadi seorang Broadcaster pada awalnya?

Dulu sempat bingung saat ditanya orang tua mau jadi apa karena belum tahu gambaran setiap profesi itu bagaimana. Sampai akhirnya pernah diajak untuk lihat kegiatan syuting. Lalu di gereja juga pernah recording suara sambil lihat studio recording gimana, ada pula studio untuk syuting, di sana mulai tertarik.

Walau sempat bingung mau ambil IT atau desain untuk jurusan kuliah, hati mantap untuk ambil Ilmu Komunikasi karena diyakinkan oleh wali kelas waktu SMA. Keinginan untuk menjadi seorang broadcaster pun semakin meningkat. 

Apa prinsip hidupmu?

Ada dua quotes yang selalu menjadi pegangan, satu dari Mama dan satu dari Papa. 

Dari Mama, "Nama baik itu lebih berharga dari harta kekayaan.". Makanya kalau Gendis atau orang bilang, kenapa Ko Jordie jarang marah ya, karena itulah gambaran yang tertanam, bagaimana diri kita menjaga image. Maksudnya, kita jangan emosional, jangan sedikit-sedikit ngomong kasar. Percuma kalau harta banyak, tetapi image rusak, gak ada artinya. Bukan berarti jaga image itu munafik atau menutupi sifat kita, tetapi bagaimana kita menerapi sifat baik itu, bagaimana kita selalu belajar untuk menjadi lebih baik.

Dari Papa, "Apa yang kita lakukan hari ini, menentukan kita di masa depan.". Jadi sekarang kita bisa seperti ini, itu karena apa yang kita lakukan di masa lalu. Kita gak bisa santai karena itu akan menghambat kita. Apa pun yang menjadi tujuan kita, optimisnya harus dari sekarang, jangan nanti-nanti. Kita yang sekarang, menentukan kita di esok hari.

Bagaimana untuk kembali termotivasi saat sedang stagnan?

Saat dikasih kepercayaan untuk megang redaksi UMN TV (sebagai Pemimpin Redaksi), itu sedang nyaman-nyamannya di UMN TV, mau sampai malam di markas juga ok aja. Padahal laporan magang itu belum tersentuh, gak dikerja-kerjain. Waktu itu lagi di zona nyaman sehingga kuliah kayak jadi prioritas kedua. Melihat teman, Fey, yang sudah lulus sidang magang, itu menjadi titik motivasi. Saat itu pula langsung janji untuk ngejar bimbingan dan menyelesaikan laporannya yang dari 0% langsung ke 100%.

Seketika langsung keinget, tanggung jawab yang akan mengantarkan ke visi di atas malah terbengkalai, makanya langsung bangkit lagi. Saat baru selesai kloter 3 magang, Fey udah ambil kloter 3 skripsi, langsung bikin semangat lagi. Melihat Fey udah lulus duluan, yang padahal dia juga sibuk loh, Pemimpin Umum UMN TV juga, bisa melangkah duluan. Nah, Fey menjadi sosok yang ketika gue stagnan, gak bergerak ke mana-mana, menjadi pemicu semangat, semakin termotivasi. 

Dari segala rintangan pembuatan skripsi, tetap semangat karena teman menjadi motivasi saat kita lagi stagnan.

Apa hal sederhana yang membuat dirimu senang?

Saat sedang di rumah bareng semua anggota keluarga, kumpul di kamar atau nonton, seru-seruan bareng dan cerita-cerita. Lalu pas lagi kumpul sama temen-temen yang bukan cuma seneng-seneng, tapi sharing pengalaman karena bisa membuka pikiran, nambah ilmu, dan pandangan ke depannya.

Apa saja hal atau nilai dari orang lain yang akan membuatmu lebih menghargainya?

Yang pertama adalah jujur. Sifat atau karakter itu memang bawaan orang, kita gak bisa ubah, tapi kejujuran menjadi penghias diri seseorang.


Yang kedua adalah rendah hati. Meskipun orang ada yang rese atau pernah berbuat salah sama kita, tapi saat orang itu bisa rendah hati dan terbuka, ada nilai lebih dari orang itu yang patut dihargai.

Apa yang membuatmu memilih menjadi pengusaha muda?

Dari zaman sekolah emang udah suka jualan, dari penutup telinga sampai cajon. Setelah sharing sama orang tua, akhirnya memilih untuk bisnis kuliner. Saat orang udah dateng, makan, habis, suka, dan orang akan balik lagi karena makanan adalah kebutuhan yang primer. Kebetulan Papa juga suka masak, jadi pas.


Pilihan makanan yang akan dijual jatuh pada bakso. Digeluti bikin bakso setiap minggu, sampai ikut les bikin bakso juga. Biar spesial, akhirnya dibikin bakso telur asin yang beda dari bakso biasa. Langsung buka di akhir Desember dengan nama Bakso Samjoe dan ternyata respon pelanggan positif. Syukurlah berjalan lancar hingga kini.

Apakah kamu percaya bahwa setiap orang layak untuk mendapatkan kesempatan kedua (dalam hal apapun)?

Percaya dan layak. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita pasti pernah di titik saat kita sangat menyesal dan menyia-nyiakan suatu hal sehingga gak salah untuk setiap orang mendapat kesempatan kedua. Bagaimana kita memperbaiki yang hal yang sudah terjadi tersebut untuk meraih nama baik kita kembali.

Are you a family-oriented man?

Kalau diurutkan prioritas dalam hidup, satu itu Tuhan dan dua itu keluarga. Jangan sampai ada hal lain yang di atas keluarga karena kita bisa seperti sekarang itu keluarga kita yang didik kita, karakter kita seperti ini ya keluarga kita yang membentuk. 

_______________________________________________________________

Di Kala Jumat adalah serial tulisan hasil wawancara dengan orang-orang di sekitarku, mendalami bagaimana mereka memahami dan menjalani hidup sebagaimana adanya. Tulisan ini akan dikemas secara ringan dan mudah untuk dipahami. Diharapkan tulisan Di Kala Jumat dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang membacanya. Di Kala Jumat hadir setiap hari Jumat di wordofawallflower.blogspot.co.id.

Friday, June 3, 2016

Di Kala Jumat #5: Anadya Ayesha

Halo.

Di Kala Jumat edisi kelima, saya mewawancarai dara yang memancarkan kecantikannya tidak hanya fisik, tetapi dari dalam dirinya, dari hati, pikiran, dan perilakunya. Saat saya mewawancarainya, I can tell that she is very open minded and willing to share anything to inspire. Sosok yang selalu ramah, mempunyai aura yang menyenangkan and somehow, calmingShe is a humble person. And it all comes so naturally, she don't even have to try. It's a true beauty that she got. 


Anadya Ayesha. Perempuan jurusan sinematografi angkatan 2013 ini saya kenal melalui salah satu teman SMA saya, and turns out we went to the same university. Salah satu finalis Miss UMN 2015 (beauty pageant di Universitas Multimedia Nusantara) ini merupakan penyayang anjing, terutama Jessie dan Jacky, anjing peliharaannya. Dea, begitu ia dikenal, adalah sosok yang berani untuk mencoba hal-hal di luar comfort zone dirinya dan always did her best in everything. She enjoyed every bit of her life without worrying too much

Have a sip of hot chocolate and an inspiration as well.

Bagaimana kamu mencintai dirimu sendiri?

Menerima diri sendiri apa adanya, terutama kekurangan. Kadang kita terlalu berfokus pada kekurangan kita, sampai kita lupa kalau kita memiliki kelebihan yang harus difokusin. Jadi aku harus mencintai kekurangan diriku sendiri dulu sehingga bisa memfokuskan pada kelebihan yang aku punya.

Kalau lagi menghadapi hal sulit di hidup pun atau ada yang menjatuhkan kita, aku akan menghadapi dengan pikiran yang positif dan berusaha untuk bangkit dengan cepat. Itu gimana aku mencintai diriku sendiri.

Apa arti keluarga untukmu dan apa prinsip atau nilai yang kamu dapat dari keluargamu?

Segalanya. Yang membuat aku menjadi Dea yang sekarang, yang mengkonstruksi diriku, semuanya keluarga aku. Keluargaku adalah awalku.


Keluargaku background agamanya terbagi jadi Islam, Kristen, dan Katolik. Sejak kecil aku sudah terbiasa dengan perbedaan. Keluargaku selalu menanamkan untuk menjadi perempuan kuat. Temenan sama siapa pun tanpa pandang ras dan agama karena orang gak bisa dinilai baik sekadar dari ras atau agamanya aja. Dan yang terakhir, untuk menerima diri kita sendiri apa adanya.

Apa bentuk ekspresi yang paling kamu sukai?

Nyanyi. Kalau lagi sedih, lagi senang ya pasti nyanyi. Lalu melalui karya, menjadi salah satu bentuk ekspresiku seperti lewat desain dan membuat video. Terutama video sih. Awalnya aku suka membuat video tuh dari jalan-jalan terus denger lagu yang enak dan ngerasa kayak cocok nih paduan antara lagu dan video yang aku ambil saat jalan-jalan. 

Bagaimana kamu mengatasi ketakutan saat mencoba hal-hal yang baru?

Dulu biasanya aku diam, tetapi malah nyesel. Kalau sekarang ada rasa takut, aku justru malah cobain. Karena ketakutan itu ternyata hanya bayangan aku aja. Setelah aku coba dan melakukan dengan maksimal, ternyata aku bisa menghadapi segala ketakutan aku. Jadi kalau takut, jangan malah berhenti, cobain aja, jangan takut gagal. Selama kita masih muda, masih kuat, dan punya ability to do anything, ya coba aja jadi kita gak nyesel belakangan.

Awal perkuliahan, aku kuliah-pulang gitu. Sampai semester dua, aku daftar empat acara kampus dan gak ada yang keterima. Aku sampai nangis dan kayak bertanya sendiri kenapa kayak gini. Aku coba daftar terus sampai akhirnya keterima untuk PIC OMB 2015 dan Miss UMN 2015. Dari kegagalan sebelumnya, aku bisa jadikan titik balik.

Apa saja hal yang kamu dapat saat mengikuti Miss UMN?


Banyak banget, terutama jadi lebih percaya diri. Tujuan awal aku masuk Miss UMN karena aku berhijab dan mau jadi yang pertama. Awalnya aku minder karena yang lain gak berhijab dan cantik-cantik semua. Dari dukungan orang tua dan temen-temen aku akhirnya coba, masuk, dan aku seriusin. Waktu awal masuk tuh aku kalem dan cenderung diam. Makin lama aku belajar public speaking dan kebawa untuk personal branding juga ke public, semenjak itu jadi kebawa untuk diriku sendiri.

Apakah kamu membentuk image dirimu di depan orang lain?

Kalau aku di temen-temen satu jurusan di angkatan aku selalu manggil aku Ummi, sampai gak ada yang manggil Dea lagi sekarang. Mereka sering bilang aku kayak, syariah atau apa gitu yang membentuk Ummi ini. Aku gak membentuk image itu sih, kayak itu emang udah bawaan dan aku menerima itu. 

Apa kriteria orang yang kamu sukai?

Aku suka yang bawaannya nyantai, open minded, dan bisa diajak ngobrol tentang apa pun. Jadi kalau lagi jalan-jalan, kita bisa ngobrol apa aja. Di DKV (Desain Komunikasi Visual) sendiri, temen-temenku nih beda-beda semua, dari cara berpikir, jadi kita bisa saling sharing perspektif kita.

Menurutmu, bagaimana menjadi orang yang baik?

Membantu dan menolong orang tanpa pamrih. Jangan diumbar-umbar, jangan mengharapkan imbalan apa pun. 

Siapa tokoh yang kamu kagumi?

Untuk seniman, Frida Kahlo. Dia seorang feminis dan sangat mendukung hak-hak perempuan karena background hidupnya. 

Source: Arty Factory

Cerita hidupnya ini berawal saat dia menikah dan gak lama setelah itu dia ketabrak tram sehingga bagian tubuh dari perut ke bawahnya lumpuh. Dia gak bisa hamil dan gak bisa ngapa-ngapai semenjak itu, cuma bisa melukis, padahal dia baru aja menikah. Dia selalu melukis gambar dirinya sendiri dan refleksinya adalah dia bisa melakukan sesuatu, padahal ya bagian bawah tubuhnya udah gak bisa apa-apa. Suaminya pun selingkuh sama saudaranya sendiri. Karyanya tuh refleksi kekesalan dia dan pertanyaan kenapa perempuan cuma diginiin aja. Aku suka sih karena kayak potret strong woman gitu
_______________________________________________________________

Di Kala Jumat adalah serial tulisan hasil wawancara dengan orang-orang di sekitarku, mendalami bagaimana mereka memahami dan menjalani hidup sebagaimana adanya. Tulisan ini akan dikemas secara ringan dan mudah untuk dipahami. Diharapkan tulisan Di Kala Jumat dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang membacanya. Di Kala Jumat hadir setiap hari Jumat di wordofawallflower.blogspot.co.id.